Monday, May 10, 2021

Make up for Recitation


ini adalah potrait terbaik saya. 

jadi ceritanya hari itu beberapa hari menjelang bulan ramadhan dan saya menghadiri kurang lebih 4 buah pengajian. pagi, siang sore, dan terakhir malam. foto di atas adalah foto saya ketika saya menghadiri pengajian malam. 

entah kenapa, saya merasa kadang saya lebih cantik kalo make up ke pengajian dibanding make up mau ke kondangan. entah kenapa. saya juga bingung. agar saya tidak clueless kalau mau heboh ke pengajian lagi dan juga semoga bisa menjadi referensi teman teman, berikut saya jabarkan produk produk yang saya pakai ya. semoga membantu! 

The Details : 

Complexion 
1. COSRX, Ultimate Moisturizing Honey, Overnight Beauty Mask 
2. ERHA Perfect Shield for normal to oily skin SPF 30/PA++ 
3. UVW Concealing Base by Pixy 
4. Make Over Multifix Matte Blusher
5. Pixy Pixy UV Whitening Two Way Cake Perfect Fit 
6. Make Over Silky Smooth Translucent Powder Make Over
7. Pixy Blush On - blush on powder by Pixy


Eye Make Up : 
1. Softlens (MAAFKEUN KULUPA MERK APA)
2. Eyebrows : 
- Me Now! Generation II Eyebrow Powder
- Masami Shouko 315 Mascara Brush
- Viva Eyebrow Pencil
- Implora Dark Brown Eyebrow Pencil
- Powerstay Total Cover Liquid Concealer by Make Over
3. Eyeshadow :
- Powerstay Total Cover Liquid Concealer by Make Over
 - Maybelline The Blushed Nudes Palette Eyeshadow
4. Wardah EyeXpert Staylast Liquid Eyeliner
5. Mascara : 
- L'Oreal Voluminous Lash Paradise
- Volum Express Hyper Curl Mascara by Maybelline
- Brun Brun Eyelash Curler


Lisptick 
Powerstay Transferproof Matte Lip cream by Make Over






Wednesday, April 21, 2021

Wednesday Meetings


Berbukalah dengan yang ada.


awalnya saya pikir ini adalah sebuah antitesis karena berbukalah dengan yang manis agaknya sudah terlalu mendunia. tetapi, suatu meeting di hari rabu menyadarkan saya kalau kalimat ini sama sekali bukan candaan.


hari itu ada 2 meeting : jam 11 pagi dengan kolega di Balikpapan dan jam 5 sore, online meeting via google meet dengan colleagues overseas. karena banyak sekali yang harus diurus, jadi kami -saya dan abah- baru benar benar berangkat menuju Balikpapan sekitar jam 12 hari selasa siang.


kami masih bertemu dengan kolega di Samarinda dan itu membuat kami baru mencapai gerbang tol sekitar jam setengah 6 sore.


saya pikir berbuka puasa di saat saya harus mengawasi pekerjaan pengecoran adalah yang paling parah, rupanya saya salah. terpaksa harus berbuka puasa di jalan tol adalah juaranya.


adzan magrib petang itu berkumandang saat saya dan abah sedang mempertahankan kecepatan di angka 90-100 km/jam. berhenti sebentar di bahu jalan tentu saja dilarang, karena keadaan itu sama sekali bukan keadaan darurat. kami memang sudah membeli kue sebelumnya, tetapi kue tersebut berada di jok belakang mobil dan saya kesulitan untuk mengambilnya mengingat kami sedang berada di kecepatan yang cukup tinggi.


di jalan tol Samarinda - Balikpapan hanya ada 2 rest area, sebelah kiri (jika dari arah Samarinda) yang terletak di KM. 37 dan sebelah kanan yang terletak di KM 36. artinya, hanya ada 1 rest area di masing masing sisi jalan.


saat itu, kami masih berapa di KM. 68 dan rest area masih lumayan jauh. akhirnya, kami benar benar berbuka puasa dengan apa yang ada, dengan apa yang bisa kami jangkau. 2 botol air mineral dan 2 buah lemper yang kebetulan saya tempatkan di dasbor mobil. abah yang berbuka puasa sambil menyetir dan saya yang di bangku kiri. untuk seseorang yang amat jarang sekali makan sahur, pengalaman ini benar benar istimewa.


jika normalnya saya akan langsung makan sesaat setelah adzan magrib, agaknya hari itu saya harus menahan lapar sedikit lebih lama setidaknya sampai di rest area. dan angan angan untuk makan di rest area pun bubar jalan karena adek saya yang paling kecil (yang kebetulan sedang berkuliah di Balikpapan) meminta untuk makan malam bersama sama. ending-nya saya benar benar baru makan jam setengah 12 malam bersama saudara kembar saya. wow, berbuka yang digabung dengan sahur sekalian ternyata tidak buruk juga ya.


berbukalah dengan yang ada, karena setiap waktu berbuka kita selalu punya cerita berbeda :)