Tuesday, December 08, 2020

my kind of good coffee


berbeda dengan Toraja Kalosi yang memang punya pahit yang khas, saya punya 3 "kopi enak" versi saya sendiri. kopi yang bisa saya nikmati tanpa harus saya rusak cita rasanya dengan menambahkan gula di dalamnya. kopi yang versi terbaiknya bisa saya nikmati dalam bentuk v60 atau drip on ice. kopi yang bisa saya minum setiap sore. 

ketika orang lain umumnya minum kopi di pagi hari, saya selalu minum kopi di waktu sore. kopi yang saya minum sesaat sebelum jam kantor berakhir, selalu menjadi sebuah waktu yang saya tunggu sebagai selebrasi bahwa saya sudah berhasil memberikan yang terbaik hari itu. dear myself, you doing great. thank you for today and let's celebrate! 

the meaning of everyday is celebrations, that's why i have an afternoon coffee. 

so, this is my kind of good coffee. 

Aceh Gayo Wine

dengan complex grape flavor wine yang menjadi karakter utama, aceh gayo adalah salah satu kopi yang selalu saya minum ketika sore hari. kopi yang disebut sebut mahakarya Indonesia untuk dunia ini adalah yang paling saya sukai dibanding 2 saudara dekatnya, yaitu Mandailing dan Sidikalang. mungkin karena Gayo adalah daerah penghasil kopi terbesar di Asia, mungkin karena Aceh Gayo adalah kopi yang disebut sebut selalu diminati oleh pemula seperti saya, mungkin juga karena kompleksitas rasanya yang tidak bisa disamai oleh kopi manapun. 

yang jelas, saya suka dengan Aceh Gayo yang segala keunikan rasanya. kadang kala, rasa memang tidak mampu dilingkupi dengan kata kata. mungkin begitulah saya dengan Aceh Gayo. 

Bali Kintamani

Jeruk. jeruk adalah kata yang langsung muncul di kepala saya ketika saya mengingat kopi Bali Kintamani. bagi saya, kopi dengan rasa jeruk adalah rasa yang melekat untuk Bali Kintamani. rasanya yang manis asam, harumnya yang menawan dan drip on ice adalah cara terbaik dalam menikmati Bali Kintamani. jika Aceh Gayo Wine dan Toraja Sapan harus saya nikmati dalam bentuk v60, maka drip on ice untuk Bali Kintamani adalah kewajiban. 

kopi yang selalu membuat saya mengingat dia yang penyuka jeruk dingin. seseorang yang pernah saya cintai dan mencintai saya tetapi tidak berjodoh dalam cerita. seseorang yang saya ikhlaskan karena kita berbeda budaya, terhalang restu orang tua dan menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda. 

seseorang yang menjadi menjadi tokoh utama dalam tulisan ini. dan masih menyapa saya, sampai hari ini. 

Toraja Sapan

Toraja Sapan adalah kopi terenak yang pernah saya minum. walau Toraja Kalosi adalah yang teristimewa, tetapi Toraja Sapan selalu saya minum untuk menemani sebuah keriaan.  bukan karena kopi Toraja adalah barang mewah di Jepang yang membuat saya menyukai jenis kopi ini, tetapi karena aroma tanah dan rasa rempah rempah yang kuatlah yang membuat saya jatuh hati. 

Jika Toraja Kalosi memiliki pahit yang menonjol, Toraja Sapan adalah single origin dengan rasa paling eksotis yang memiliki after taste seperti dark chocolate. 

seperti apa ya, tepatnya untuk menggambarkan kesukaan saya pada Toraja Sapan? saya ngga' tau gimana ceritanya. kalau kalian memang penasaran, silahkan coba sendiri v60 Toraja Sapan di coffee & eatery milik saya dan teman teman yang bernama @hi.metodologikopi :) 

See You, dan saya tunggu ceritanya :) 
  
pics taken from unsplash.com

No comments:

Post a Comment